ANALISIS

Jiwa Besar Klub Liga 1 di Kondisi Serba Salah Piala Menpora

Titi Fajriyah, CNN Indonesia | Kamis, 25/02/2021 12:55 WIB
Dengan persiapan yang mepet, dibutuhkan kerelaan dan jiwa besar klub Liga 1 untuk menerima dan menjalani Piala Menpora 2021. Klub-klub punya persiapan mepet sebelum tampil di Piala Menpora 2021. (ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto)
Jakarta, CNN Indonesia --

Setelah selama 11 bulan mati suri akibat pandemi Covid-19, sepak bola Indonesia akhirnya bakal bergulir kembali usai Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) memberikan izin turnamen pramusim Piala Menpora 2021, 20 Maret-25 April mendatang.

Pengamat sepak bola nasional M. Kusnaeni menganggap situasi yang dihadapi klub untuk menjalani Piala Menpora 2021 tidak ideal. Namun, kapanpun turnamen digelar di masa pandemi, dipastikan tidak alan memenuhi unsur ideal seperti yang diharapkan klub.

Menurutnya, kapan pun turnamen pramusim digelar saat pandemi pasti akan ada konsekuensi yang harus dihadapi. Sebab itu Kusnaeni meminta klub untuk tidak melihat pramusim sebagai target utama, melainkan bagian dari pembentukan tim menuju kompetisi Juni mendatang.


"Dibutuhkan kelapangan dan kebesaran hati klub untuk menerima dengan jiwa besar kondisi tidak ideal tersebut. Kapan pun digelar akan serba salah. Jadi keputusan apapun bakal menimbulkan konsekuensi masing-masing," ujar Kusnaeni kepada CNNIndonesia.com, Rabu (24/2).

Waktu satu bulan bagi klub untuk mempersiapkan tim jelang Piala Menpora 2021 dianggap Persipura Jayapura dan Persib Bandung tidak ideal. Bahkan kedua tim sempat mengusulkan kepada LIB dan PSSI untuk memundurkan jadwal Piala Menpora 2021 pada saat rapat koordinasi, Jumat (19/2) lalu.

"Waktu sebulan menurut kami tidak cukup, tanggal 20 Maret mulai tidak ideal buat pemain. Kita pertandingan 11 bulan terhenti, sudah pasti otot-otot para pemain berbeda sehingga perlu dikondisikan lagi supaya bisa lebih siap di kompetisi tertinggi," kata Teddy Tjahjono, Direktur Persib Bandung Bermartabat (PBB) kepada wartawan, Senin (22/2).

Teddy juga mempersoalkan kedatangan pemain asing yang harus menjalani karantina 14 hari terlebih dahulu. Begitu juga dengan pemain lokal dari luar Bandung butuh tiga sampai empat hari kumpul ke Bandung, setelah itu menjalani tes PCR yang hasilnya baru keluar sehari setelahnya.

[Gambas:Instagram]

Belum lagi kondisi di mana banyak kontrak pemain habis pada akhir Desember 2020. Kondisi itu membuat klub harus mencari pemain baru dan butuh waktu sebelum pemain baru tersebut bisa memulai latihan.

"Oleh karena itu saya sempat bicara butuh waktu sekiranya dua bulan, tapi sudah dijelaskan ketika rapat Jumat (19/2) malam itu tidak bisa karena izin dibuka 20 Maret-25 April," ujar Teddy.

Kusnaeni menyayangkan seharusnya LIB dan PSSI tidak memaksakan klub peserta kompetisi untuk ambil bagian di turnamen pramusim tersebut. Klub seharusnya diberikan kebebasan untuk mempersiapkan tim menuju Liga 1, sekalipun tidak mengikuti Piala Menpora.

"Turnamen pramusim ini harusnya tidak formal sifatnya, jadi tidak harus semua peserta kompetisi ikut. Klub siap-siap menuju kompetisi, tapi tidak harus ikut pramusim. Mereka boleh menggunakan sarana lain untuk persiapan. Misalnya menggelar pemusatan latihan sendiri, atau uji coba sendiri dengan konsenkuensi yang harus ditanggung jika tidak ikut."

"Kesalahpahaman utama terjadi karena ketika mengganggap pramusim itu sebagai kewajiban. Harusnya yang ikut hanya mereka yang siap, sebab di izin keramaian polisi tidak mensyaratkan klub kompetisi harus ikut," ujar Kusnaeni.

[Gambas:Video CNN]

Pertaruhan Menuju Liga 1 2021

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK