UEFA Ancam Coret Pemain European Super League di Piala Dunia

CNN Indonesia | Senin, 19/04/2021 23:13 WIB
UEFA mengancam para pemain yang ada di dalam klub pendiri European Super League dengan larangan tampil di tim nasional, termasuk di Piala Dunia. Presiden UEFA, Aleksander Ceferin, mengecam pendirian European Super League. (AFP PHOTO / ARIS MESSINIS)
Jakarta, CNN Indonesia --

Para pemain yang membela 12 klub pendiri European Super League bisa dilarang mengikuti Piala Eropa 2020, yang digelar tengah tahun ini, dan Piala Dunia 2022.

Hal itu dikatakan Presiden UEFA, Aleksander Ceferin, Senin (19/4) waktu setempat. Ceferin mengutarakan hal tersebut sebagai respons atas rencana klub-klub besar Eropa mendirikan European Super League.

"Mereka tidak akan bisa mewakili tim nasional mereka di pertandingan manapun," kata Ceferin.


"UEFA dan dunia sepak bola bersatu melawan proposal egois yang memalukan yang telah kita lihat dalam 24 jam terakhir dari beberapa klub di Eropa yang didorong murni oleh keserakahan," sambungnya dikutip dari AP.

Ceferin telah melakukan rapat dengan komite eksekutif UEFA mengenai tindak lanjut dari European Super League hanya beberapa jam setelah klub-klub besar Inggris, Italia, dan Spanyol mengumumkan proyek Liga Super.

Rencananya pada Selasa (20/4), sebanyak 55 federasi anggota UEFA berkumpulk muntuk melakukan pertemuan tahunan, termasuk 24 negara peserta Piala Eropa 2020.

Sebelumnya UEFA telah menyatakan bakal mengancam tim yang terlibat dalam European Super League dengan larangan tampil di kompetisi domestik dan denda hingga 60 miliar euro atau sekitar Rp1.046 triliun.

Banner Video Highlights MotoGP 2021

Sementara UEFA menyatakan penolakan, pihak pendiri European Super League telah berupaya melobi badan sepak bola tertinggi Eropa tersebut.

Mereka juga mengambil langkah antisipasi jika FIFA dan UEFA berencana melakukan pemblokiran dari proyek Liga Super tersebut.

[Gambas:Video CNN]

(nva/nva)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK