Pengamat: Fan Persija dan Persib Jangan Sebar Kebencian

CNN Indonesia | Selasa, 20/04/2021 16:49 WIB
Pengamat sepak bola Kusnaeni mengingatkan suporter Persija Jakarta dan Persib Bandung tak sebar kebencian jelang final Piala Menpora 2021. Persija lawan Persib di final Piala Menpora 2021. (ANTARA FOTO/MOHAMMAD AYUDHA))
Jakarta, CNN Indonesia --

Pengamat sepak bola nasional Mohamad Kusnaeni mengingatkan suporter Persija Jakarta dan Persib Bandung jelang final Piala Menpora 2021 yang dimulai Kamis (22/4).

Partai final Piala Menpora 2021 yang mempertemukan Persija versus Persib sudah mulai panas. Fan kedua klub sudah mulai melakukan psywar di media sosial.

Walau psywar atau perang urat saraf adalah hal biasa dalam sepak bola, tetapi jika berlebihan bisa berdampak negatif. Apalagi, fan Persija dan Persib punya kisah tak sedap dalam dua dekade terakhir.


Kusnaeni mengatakan fan kedua tim tidak perlu terlalu larut dalam perang urat syaraf tersebut. Bagaimanapun laga kali ini hanya final turnamen untuk simulasi sebagaimana diinginkan pemerintah, menuju Liga 1 2021.

"Nomorsatukan sepak bola Indonesia di atas kepentingan klub. Kita butuh suasana yang kondusif agar sepak bola Indonesia bisa mendapat kepercayaan untuk kembali bergulir," kata Kusnaeni kepada CNN Indonesia, Selasa (20/4).

"Jangan lupa, ini bulan Ramadan. Bulan yang seharusnya jauh dari kebencian. Bawa semangat Ramadan itu ke final!" lelaki yang akrab disapa Bung Kus ini menambahkan.

Meskipun tidak mudah bersikap tenang menghadapi provokasi oknum tidak bertanggung jawab di media sosial, fan Persija dan Persib diyakini bisa menghindari perselisihan. Kedewasaan keduanya sudah selayaknya jadi cerminan fan klub lain.

[Gambas:Video CNN]

Sebagai contoh, menjelang laga semifinal Piala Menpora antara Persib vs PS Sleman (PSS), fan kedua klub aktif berargumen. Menariknya, psywar kedua kelompok ini ada dalam batas wajar dan tak sampai merusak nuansa Ramadan.

"Jangan mudah terpancing emosi saat terjadi benturan. Jangan membuat gestur atau gerakan tambahan yang berlebihan sehingga memancing emosi lawan. Di atas segala rivalitas dan kepentingan tim, sepak bola Indonesia secara keseluruhan harus dinomorsatukan," katanya.

Banner Video Highlights MotoGP 2021

"Piala Menpora adalah ujian kesiapan sepak bola Indonesia menghadapi era normal baru. Kita sudah bekerja keras menjaga semangat dan suasana kondusif itu sejak fase grup hingga semifinal. Semua berjalan baik. Semoga di final nanti juga bisa lebih baik lagi," ucap Bung Kus menambahkan.

Demi meredam gesekan di media sosial yang tidak perlu, semua elemen diimbau bersatu menyuarakan persatuan. PT Liga Indonesia Baru, PSSI, klub, hingga pentolan suporter agar mengimbau suporternya untuk tak terprovokasi.

Terlepas dari itu, laga final Piala Menpora 2021 yang akan berlangsung dalam dua leg, sangat ideal. Selain karena rivalitas keduanya, penampilan kedua tim pun menanjak selama turnamen pramusim ini berlangsung.

"Kedua tim memang pantas bertemu di final karena memiliki materi pemain yang sangat bagus dan merata. Mereka juga tampil cukup konsisten selama turnamen pramusim ini. Yang terpenting, mereka memiliki banyak pemain berpengalaman dan punya mental juara. Itu salah satu faktor penting dalam sebuah turnamen," kata Bung Kus.

(abd/rhr)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK