ANALISIS

Adu Otot Man United vs Man City di Bursa Transfer

Surya Sumirat, CNN Indonesia | Sabtu, 24/07/2021 19:46 WIB
Manchester United dan Manchester City tengah mengadu kekuatan di bursa transfer guna memperkuat skuad pada musim 2021/2022. Manchester City dan Manchester United bakal kembali bertarung dalam perburuan trofi Liga Inggris. (AP/Laurence Griffiths)
Jakarta, CNN Indonesia --

Persaingan Manchester United dan Manchester City tidak pernah berakhir. Kali ini Man United vs Man City beradu kuat di bursa transfer.

Man United yang lebih dahulu meraih kesuksesan kini harus selalu waspada dengan rival sekotanya, Man City.

Setan Merah tidak bisa bisa lagi lengah apalagi tutup mata, pasalnya The Citizens sudah membuktikan, mereka lebih sukses ketimbang Man United dalam satu dekade belakangan.


Setelah ditinggal Sir Alex Ferguson pada 2013, MU hanya meraih 3 trofi: Piala FA 2015/2016, Piala Liga Inggris 2016/2017, dan Liga Europa 2016/2017. Kalau boleh ditambahkan MU juga sempat meraih Community Shield 2013 serta 2016.

Man United gagal menambah koleksi di lemari trofi setelah kalah adu penalti dari Villarreal di final Liga Europa musim lalu.

Raihan trofi MU itu masih kalah dibanding yang dimiliki Man City setelah 2013. Total Manchester Biru meraih 11 trofi domestik dalam 7 musim terakhir.

Dalam empat musim terakhir, MU dikabarkan menggelontorkan dana transfer mencapai 416 juta euro atau setara dengan Rp7,1 triliun. Akan tetapi, tidak ada trofi yang bisa didapat MU.

Berbeda dengan Man City. Meskipun sedikit lebih boros dari MU dengan total biaya transfer 442 juta euro, Man City sukses meraih 10 trofi, termasuk piala Community Shield.  

Tidak ingin kembali dipermalukan tetangganya, Man United mulai tancap gas di bursa transfer musim ini guna menambah kekuatan pada 2021/2022.

Soccer Football - Euro 2020 - Semi Final - England v Denmark - Wembley Stadium, London, Britain - July 7, 2021 England's Harry Kane celebrates after the match Pool via REUTERS/Carl RecineHarry Kane diklaim bakal merapat ke Man City. (Pool via REUTERS/CARL RECINE)

Usai menjadi runner-up, The Red Devils begitu agresif di bursa jual-beli pemain. Jadon Sancho, Raphael Varane, serta Kieran Trippier dibidik guna menjaga kedalaman skuad.

Kehadiran Varane diharapkan memperkuat sektor pertahanan MU yang masih menjadi pekerjaan rumah setiap pelatih Manchester Merah dalam beberapa musim belakangan.

Harry Maguire yang selalu jadi pilihan utama di posisi bek tengah tidak memiliki tandem ideal. Sosok Victor Lindelof maupun Eric Bailly dianggap tidak konsisten.

Karena itu, datangnya Varane bisa menjadi asa sebagai duet ideal bagi Maguire di lini belakang. Dengan Varane, Solskjaer bisa mempunyai banyak pilihan di sektor pertahanan.

Pelatih asal Norwegia itu bisa memainkan tiga pemain belakang (Lindelof/Bailly, Varane, Maguire). Sedangkan Luke Shaw dan Trippier dijadikan sebagai wingback.

Sementara jika dengan opsi empat pemain belakang, MU bisa memainkan Trippier/Aaron Wan-Bissaka, Varane, Maguire, Shaw.

Dengan datangnya Varane dan Trippier, dua kebutuhan MU pada musim depan cukup terpenuhi. Pertahanan bisa makin solid, serangan pun dapat kian tajam.

Shaw yang sempat tenggelam ketika bersama Jose Mourinho kini makin ciamik di sektor kiri pertahanan. Torehan satu gol dan tiga assist di Euro 2020 jadi pembuktian Shaw, bahwa dia siap untuk musim baru, sekaligus ancaman bagi pesaing Man United.

Setelah memperkuat pertahanan, MU juga ingin membuat serangan mereka makin mengerikan dengan kehadiran Sancho dari Borussia Dortmund.

Real Madrid's Raphael Varane, left, is challenged by Manchester City's Phil Foden during the Champions League round of 16, second leg soccer match between Manchester City and Real Madrid at the Etihad Stadium stadium in Manchester, England, Friday, Aug. 7, 2020. (Shaun Botterill, Pool via AP)MU membidik Raohael Varane dari Madrid. (AP/Shaun Botterill)

Pembelian Sancho bisa mendongkrak ketajaman MU. Pada musim lalu Sancho menyumbang 16 gol dengan memberikan 20 assist bagi Dortmund. Sedangkan MU dalam beberapa pertandingan kesulitan membobol gawang lawan serta minim gol.

Sementara itu, tidak ingin kehilangan trofi pada musim 2021/2022, Man City juga bersiap menambah kekuatan. Salah satu PR terbesar Pep Guardiola adalah mencari pengganti Sergio Aguero.

Respons cepat diberikan Guardiola dengan membujuk Harry Kane pergi dari Tottenham Hotspur. Striker timnas Inggris tersebut dilaporkan bakal gabung Man City usai ditebus dengan mahar 160 juta poundsterling atau setara Rp3,19 triliun.

Usai mendapatkan Keane, Man City masih akan berupaya memboyong Jack Grealish sebagai gelandang petarung ke Etihad.

Kehadiran Grealish bisa menjadi penjaga kedalaman skuad Man City, sekaligus menambah variasi taktik bermain Pep Guardiola.

Banner Testimoni

Pasalnya, Man City sendiri sudah memiliki beberapa tipikal gelandang kreatif macam Kevin de Bruyne, Ilkay Gundogan, dan Bernardo Silva.

Para gelandang top itu bakal makin mendukung ketajaman sejumlah penyerang sayap seperti: Phil Foden, Ferran Torres, Raheem Sterling, hingga Riyad Mahrez.

Tidak seperti MU, Man City sudah memiliki formula yang tepat di lini pertahanan dengan apiknya performa duet John Stones serta Ruben Dias pada musim lalu.

Apabila sejumlah rekrutan MU dan Man City itu terealisasi, persaingan Liga Inggris 2021/2022 bisa makin sengit.

Dengan pembelian-pembelian tersebut Man United bisa lebih berbicara banyak dalam persaingan gelar juara Premier League.

Pasalnya, celah-celah di skuad Man United dan Man City tertutupi, sedangkan Chelsea yang pada musim lalu tampil bagus juga bisa makin solid.

Penggemar Liga Inggris hanya perlu menunggu reaksi Liverpool yang justru kedodoran pada musim lalu usai juara di musim sebelumnya akibat kehilangan Virgil van Dijk dan Joe Gomez.

Baca kelanjutan berita ini pada halaman berikutnya>>>

Lini Tengah Masalah Baru Man United

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK