5 Insiden Memalukan di Liga 2

CNN Indonesia | Sabtu, 25/09/2021 19:32 WIB
Dalam perjalanan kompetisi Liga 2 kerap diwarnai berbagai insiden memalukan. Berikut 5 insiden memalukan di Liga 2. Ilustrasi pertandingan PSS vs PSIS di Liga 2. (ANTARA FOTO/R.Rekotomo)
Jakarta, CNN Indonesia --

Dalam perjalanan kompetisi Liga 2 kerap diwarnai berbagai insiden memalukan. Berikut 5 insiden memalukan di Liga 2.

Kompetisi sepak bola kasta kedua Indonesia, yakni Liga 2 2021 akan dimulai Minggu (26/9).

Kompetisi ini akan diikuti 24 tim yang akan berjuang memperebutkan tiga tiket promosi ke Liga 1.


Dalam perjalanannya kompetisi Liga 2 kerap melahirkan insiden-insiden yang di luar kontrol. Berikut 5 insiden memalukan yang pernah terjadi di Liga 2:

1. Sepak Bola Gajah PSS vs PSIS

Aksi sepak bola gajah mewarnai pertandingan PSS vs PSIS di Liga 2 2014 yang berakhir dengan skor 3-2 untuk kemenangan Laskar Elang Jawa.

Semua gol pada pertandingan tersebut tercipta lewat gol bunuh diri. Kedua tim mencetak gol bunuh diri lantaran tak mau menang demi menghindari Borneo FC di semifinal.

Insiden sepak bola gajah yang terjadi di Kota Gudeg ini tak hanya menghebohkan di Indonesia tapi juga menjadi sorotan media internasional.

PSS dan PSIS akhirnya didiskualifikasi dari Liga 2. Lalu pelatih PSS Sleman Hery Kiswanto dan PSIS Semarang Eko Riyadi dihukum larangan beraktivitas di sepak bola nasional seumur hidup dan denda sebesar Rp200 juta.

Para pencetak gol bunuh diri juga didenda Rp200 juta.


2. Wasit Dikeroyok Pemain dan Ofisial

Wasit yang memimpin pertandingan Liga 2 antara Persikabo Kabupaten Bogor melawan Persikad Depok dikeroyok oleh pemain dan ofisial Persikabo hingga babak belur pada 24 April 2013.

Kala itu wasit Jujuk Suharto dan asisten wasit Sumanda menjadi bulan-bulanan para pemain dan ofisial Persikabo karena menganulir gol yang dicetak Persikabo.

Pengeroyokan wasit juga pernah terjadi pada pertandingan Semen Padang vs PSIR Rembang di Stadion Krida, Rembang, 28 April 2018.

Banner Live Streaming MotoGP 2021

Kerusuhan bermula ketika wasit mengesahkan gol kedua Semen Padang menjelang akhir pertandingan. Sementara, pemain PSIR menganggap gol yang dicetak pemain Semen Padang Afriyansah itu tidak sah.

Ketika wasit Iwan Buana tetap mengesahkan gol tersebut, sejumlah ofisial dan pemain PSIR merangsek masuk ke lapangan dan mengeroyok sang wasit.

Bersambung ke halaman berikutnya...

Adu Jotos Pemain Persiwangi dan PSBK hingga PSMP Terlibat Match Fixing

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK