"Jika Facebook, Youtube, Twitter, dan Microsoft ingin meyakinkan saya dan menteri lain bahwa cara di luar parlemen bisa berjalan, mereka harus bertindak cepat dan berusaha keras di bulan-bulan ke depan," tegas Komisioner Kehakiman Uni Eropa Vera Jourova kepada Financial Times seperti yang dilaporkan Reuters.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melihat temuan itu, Uni Eropa mengaku tidak puas dengan kinerja Google dkk.
"Setelah 48 jam angka yang tercapai lebih dari 80 persen. Ini menunjukkan target kita realistis dan bisa dicapai, tapi perusahaan TI tersebut perlu kerja ekstra,” tambahnya.
Sebenarnya perusahaan-perusahaan tadi telah menerapkan sejumlah cara untuk menangkal ujaran kebencian yang kian merebak secara global misalnya dengan menciptakan fitur "report". Dengan fitur itu, pengguna cukup melaporkan konten negatif untuk menghentikan persebarannya.
Kekhawatiran Jourova atas kinerja Google dkk. tercermin dari konten rasis yang terblokir tidak merata. Dari 28 negara, tingkat blokir konten rasis di Jerman dan Prancis mencapai 50 persen, sedangkan di Austria dan Italia hanya 11 dan 4 persen.
Menanggapi hal itu, menteri-menteri Uni Eropa akan bertemu di Brussels dengan tujuan mendesak perusahaan teknologi tadi dalam menangani propaganda teroris.
(tyo)