Pabrik iPhone Taiwan Pilih Indonesia untuk Ekspor ke AS

CNN Indonesia | Kamis, 06/12/2018 11:10 WIB
Pabrik iPhone Taiwan Pilih Indonesia untuk Ekspor ke AS Ilustrasi (Dok. Xiaomi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Salah satu pabrik elektronik Indonesia, Sat Nusapersada, mengaku bahwa mereka mendapat order untuk memproduksi set top box untuk pasar Amerika Serikat (AS).

Produksi ini dilakukan atas kerjasama dengan salah satu pabrik perakit iPhone, Pegatron. Set top box merupakan perangkat yang biasanya digunakan untuk kebutuhan multimedia.

Direktur Operasional Sat Nusapersada, Bidin Yusuf, menyebut bahwa mereka hanya memproduksi set top box dan tidak memproduksi ponsel untuk pabrikan asal Taiwan itu. Sebab, Pegatron dikenal sebagai salah satu pabrik andalan Apple untuk memproduksi iPhone. 


"2019 January (su)dah mulai produksi set up box buat US market (pasar AS) [...] Ponsel tidak ada project dari Pegatron," tulis Bidin saat dihubungi via pesan teks, Kamis (6/12).

Sebelumnya dikabarkan bahwa Pegatron mengalihkan sebagian produksi non-iPhone miliknya ke pabrik di Indonesia. Menurut Abidin, kerjasama dengan Pegatron ini telah disepakati sejak 1 Desember. Pegatron mempercayakan Satnusa untuk memproduksi produk elektronik yang nantinya akan diekspor ke pasar AS.

Abidin menyebut bahwa pengalihan produksi ke Indonesia ini terjadi karena sengitnya perang dagang antara China dan AS. Sehingga beban tarif perusahaan asing di China yang ingin mengekspor ke AS kian tinggi.

Menurut sumber Nikkei Asian Review, produksi ini menyumbang pendapatan tahunan senilai US$1 miliar. Sumber tersebut menyebut bahwa investasi akan mulai pada bulan ini dan produksi penuh diperkirakan akan dilakukan pada pertengahan 2019.

Sumber tersebut menyebut bahwa kerjasama Pegatron dengan Satnusa dilakukan dengan sistem sewa pabrik untuk mengalihkan produksi non-iPhone.  

Pegatron juga sempat mempelajari potensi lokasi pabrik di Vietnam utara. Sebab, negara itu memiliki rantai distribusi yang cukup mumpuni berkat hadirnya pabrik smartphone Samsung disana.

"Tapi investasi di Batam lebih cepat dari tempat lain," jelas sumber tersebut.

Batam hanya berjarak 20 kilometer dari pelabuhan selatan Singapura dan masuk segitiga perdagangan Singapura-Malaysia-Indonesia. Pegatron akan menyewa pabrik Satnusa dan mempekerjakan 8 ribu hingga 10 ribu pekerja.

Perusahaan itu memilih untuk menyewa pabrik ketimbang membuat pabrik baru agar bisa memproduksi secepat mungkin, seperti disebutkan dua sumber yang dikonfirmasi Nikkei. Sistem sewa ini juga mempercepat transfer peralatan dari China. (eks/eks)