Netizen Ramai 'Lucu-lucuan' Buat Label Palsu ala Twitter

CNN Indonesia | Rabu, 18/11/2020 08:59 WIB
Warganet ramai membuat 'lucu-lucuan' label palsu yang biasa dipakai Twitter untuk menandai sebuah cuitan dianggap salah dan menyesatkan. Ilustrasi. Netizen ramai bikin lucu-lucuan pakai label palsu ala Twitter (AP/Richard Drew)
Jakarta, CNN Indonesia --

Warganet ramai membuat label misinformasi dan hoaks ala Twitter bertuliskan 'Official sources stated that is false and misleading' (sumber resmi menyatakan hal ini salah dan menyesatkan) di cuitan mereka.

Akun Twitter Indonesia pun sempat membuat cuitan yang memanfaatkan label palsu itu, Selasa (17/11) malam. Namun, saat ini cuitan itu telah dihapus. Namun, seorang warganet berhasil screenshot cuitan Twitter Indonesia.

Nyatanya label tersebut hanya buatan sebab Indonesia Twitter mengatakan saat ini belum mengeluarkan kebijakan untuk menandai cuitan orang Indonesia yang melanggar aturan platform. Penandaan berupa label ini telah berulang kali diterima oleh Presiden AS, Donald Trump.


Dalam cuitan di akun Twitter Indonesia (@TwitterID) tampak ikon wajah pria berkata 'Kamu kenapa?'. Kemudian pada baris kedua ada ikon wajah wanita yang menjawab 'Gpp'.

Pada baris paling bawah, tampak ada label yang bertuliskan 'Official sources stated that is false and misleading'.

Label ini merupakan guyonan bagi kata 'gpp' yang diucapkan oleh wanita. Terkadang kata 'gpp' yang diucapkan oleh wanita itu memiliki beribu makna, bisa juga berarti sebaliknya yang berarti ia sebenarnya tidak baik-baik saja.



Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bahkan ikut-ikutan meramaikan guyonan ini dengan mengatakan 'Aku gak apa-apa kok', lengkap beserta label buatan itu.



Kemudian seorang warganet membalas cuitan itu dengan berkata 'yaudah maaf janji gak ulangi lagi', beserta label buatan.



Seorang warganet bahkan mengganti label itu menjadi 'grammar kamu bagus'. Cuitan ini kemudian mendapat perhatian warganet lainnya, warganet bertanya bagaimana cara merubah kata dalam label buatan itu.



Tak hanya di Indonesia, fenomena label buatan ini juga diramaikan oleh warganet mancanegara. Mereka pun mengubah sendiri kata-kata dalam label buatan itu.





Sesungguhnya, label asli dari Twitter berwarna biru karena berisi tautan, bukan ditebalkan. Label itu dapat diklik agar pengguna bisa langsung dialihkan ke halaman khusus untuk mendapatkan informasi mengapa cuitan itu disebut sebagai berita bohong atau misinformasi.



Selain itu, Twitter pun belum mampu menandai cuitan orang Indonesia yang melanggar aturan platform seperti yang dilakukan berulang kali sejumlah orang ke Presiden AS, Donald Trump.

Menurut Public Policy Director, Indonesia & Malaysia, Twitter, Agung Yudha, fitur penanda cuitan itu baru dimiliki oleh Twitter Amerika Serikat dan hanya berlaku untuk isu-isu terkait Covid-19 dan pemilu AS. Apabila fitur pelabelan cuitan mendapat timbal balik positif, kemungkinan fitur itu akan diluncurkan secara global.

Awal tahun ini, Twitter mengumumkan  memutuskan akan memberikan tanda atau label terhadap cuitan yang mengandung unsur hoaks atau misinformasi terkait virus corona SARS-Cov-2 (Covid-19).

Label-label itu bakal akan terhubung ke berbagai sumber terpercaya yang berisi informasi tambahan terkait klaim yang dibuat. Twitter juga bekerja sama dengan pihak ketiga untuk mengidentifikasi tiap cuitan yang beredar di platform mereka.

(jnp/eks)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK