LIPUTAN KHUSUS

Meretas Bahaya Sesar Lembang di Belantara Hoaks

eks, CNN Indonesia | Selasa, 13/07/2021 08:01 WIB
Sesar Lembang sempat dihebohkan pada awal tahun lantaran disebut akan menimbulkan gempa di 2021, namun apa sebenarnya bahaya dari patahan ini? Bahaya di kawasan Sesar Lembang (dok. Eka Santhika)
Jakarta, CNN Indonesia --

Perbincangan mengenai Sesar Lembang kembali terkuak pada awal 2021 ketika beredar hoaks kalau patahan ini akan menimbulkan gempa bumi hebat tahun ini. 

"BMKG Meminta Warga Bandung, Cimahi Bandung Barat Padalarang Lembang WASPADA, Gempa Dahsyat Mengintai Akibat Gerakan Sesar Lembang pada awal tahun 2021 ini."

Demikian petikan hoaks yang sempat menghebohkan warga Bandung di pada Januari 2021. Hal ini lantas diklarifikasi oleh BMKG bahwa hingga saat ini belum ada teknologi yang bisa memprediksi dengan pasti kapan akan terjadi.


"Gempa bumi belum dapat diprediksi, sehingga informasi bahwa tahun 2021 Sesar Lembang akan melepaskan energi yang dikumpulkan sejak 2012 adalah informasi hoaks (tidak benar)," cuit BMKG lewat akun resmi @BMKGBandung (26/1).

Sebelumnya, Kepala Bidang Informasi Gempa Bumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG Daryono juga sempat menjelaskan bahwa teknologi yang ada saat ini baru bisa digunakan untuk mendeteksi pergerakan lempeng Bumi, tapi belum bisa mengetahui dengan pasti kapan gempa akan terjadi.

Sehingga, Deputi Bidang Geofisika BMKG Muhamad Sadly menegaskan jika ada informasi prediksi gempa bumi, itu dipastikan hoaks atau kabar bohong.

"Hingga saat ini belum ada teknologi yang dapat memprediksi gempa bumi dengan tepat, kapan, dimana, dan berapa kekuatannya," tandasnya.

Potensi gempa Sesar Lembang

Berdasarkan penelitian Mudrik Daryono, peneliti Geoteknologi LIPI, Sesar Lembang tidak berupa patahan lurus, tapi terpecah di beberapa titik. 

Lebih lanjut Hal ini membuat potensi kekuatan gempa bisa bervariasi. Jika satu bagian saja yang bergeser, maka gempa yang dihasilkan hanya berskala kecil. Namun, jika semua segmen sesar bergerak bersamaan diprediksi bisa memicu gempa hingga 6,9 Mw (Magnitudo wave/ gelombang magnitudo).

Dalam penelitiannya, Mudrik membagi sesar ini menjadi enam bagian. Namun, menurutnya enam bagian yang ia buat berdasarkan aturan geometrik yang menentukan arah gerak patahan.

"(Saya bagi jadi) 6 section, ini beda ama segmentasi (yang akan berkaitan dengan produksi gempa dan bisa)...berhenti di segmen tertentu. (Sementara) section secara geometrik, tidak ada unsur produksi gempa. Geometri berdasarkan arah orientasinya. Ketidakaturan atas geometri," jelasnya saat ditemui di kantor LIPI, Bandung (6/4).

Peta Sesar LembangPeta Sesar Lembang yang tidak berupa patahan lurus, namun bercabang di beberapa titik. (dok. screenshot peta Sesar Lembang BMKG)

Menurut Kepala Seksi Data dan Informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kota Bandung, Rasmid, panjang sesar jalur sesar, bakal berpengaruh pada besar magnitudo gempa yang dihasilkan. Patahan yang pendek hanya akan menghasilkan gempa yang kecil, sementara patahan yang panjang bisa menimbulkan gempa besar.

Lantaran Sesar Lembang bukan merupakan patahan tunggal yang lurus, tapi terpecah di beberapa titik, sehingga gempa yang dihasilkan selama ini pun tak terlalu besar. 

Hasil Penelitian BMKG terhadap Gempa Sesar Lembang

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2 3
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK