“Kita harus bisa membangun paradigma baru mengenai Asean beserta market-nya agar bisa menarik investasi. Pasalnya sampai dengan akhir 2014 total kapitalisasi pasar modal di tujuh bursa meningkat menjadi US$ 2,3 triliun. Padahal sejak acara Asean Broker pertama di Thailand tahun 2011, total kapitalisasi saat itu hanya US$ 1,8 triliun," tutur Direktur Utama BEI Ito Warsito di Bali, Sabtu (14/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tujuan lainnya untuk mempersiapkan perusahaan efek di masing-masing negara dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN yang dimulai tahun ini," tambahnya.
Di kesempatan yang sama, Kepala Eksekutif Pengawasan Pasar Modal OJK, Nurhaida optimistis pasar modal Asean bisa berkembang dalam waktu dekat. Ini ditandai dengan pertumbuhan angka tenaga kerja yang sihnifikan, letak geografis yang strategis, hingga perkembangan kondisi ekonomi di beberapa negaranya.
"Asia Tenggara merupakan salah satu pasar yang besar yang ada di dunia. Jadi pasar modalnya sangat potensial dengan pertumbuhan GDP yang tinggi di US$ 2,4 triliun dan dengan banyaknya jumlah penduduk yang mencapai 600 juta orang," tutur Nurhaidi. (gir/gir)