Jokowinomics, Ideologi yang Jadi Bulan-bulanan

CNN Indonesia | Kamis, 13/08/2015 15:20 WIB
Presiden Joko Widodo. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tepat sepuluh bulan setelah dilantik menjadi Presiden, Jokowi melakukan perombakan (reshuffle) kabinet. Faktor ekonomi menyumbangkan sampai 72% dari total krisis yang dihadapi Presiden. Setiap presiden membawa ideologi, atau belief on goodness, ekonominya masing-masing. Demikian juga Jokowi dengan Jokowinomics-nya.

Untuk dicatat, secara formal, prinsip Jokowinomics sudah disampaikan pada NawaCita, yang dapat disarikan menjadi tiga prinsip ekonomi utama: yaitu fokus infrasruktur, subsidi untuk rakyat miskin, dan ekonomi berdikari. Namun demikian, selama 10 bulan terakhir ekonomi Indonesia menjadi bulan-bulanan, baik di tingkat internasional maupun domestik.

Mulai dari neraca perdagangan, yang belakangan sudah bisa dikoreksi, tetapi dengan menurunnya impor, bukan karena naiknya ekspor secara signifikan, nilai tukar rupiah yang meloyo, macetnya industri, harga dan ketersediaan bahan pokok, hingga tetap lemahnya nilai tukar petani di bebagai komoditi. Boleh dikatakan, ada lima faktor penyebab Jokowinomics tak efektif.


(ded/ded)
1 dari 5