Suantopo Po, Direktur Keuangan dan Sekretaris Perusahaan MIDI menuturkan, manajemen menyiapkan belanja modal untuk ekspansi pembukaan gerai baru, renovasi gudang, dan kebutuhan operasional lainnya.
Lihat juga:Midi Tabur Dividen Rp40,32 Miliar |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menuturkan, MIDI telah menambah 41 gerai Alfamidi dan 4 gerai Alfasupermarket per kuartal I 2016. Perseroan menargetkan membangun 250 gerai Alfamidi dan lima gerai Alfasupermarket di sepanjang tahun ini. 40 persen di antaranya dibangun di Pulau Jawa dan sisanya di luar Jawa.
Lihat juga:Laba Anjlok, Toba Bara Irit Belanja Modal |
"Lawson hanya convinience store. Di luar negeri saja, convinience store butuh waktu 20 tahun untuk bertahan. Jadi, itu alasan kami tidak menambah gerai. Indonesia masih butuh waktu, mereka masih suka makanan panas daripada dingin. Selain itu, kami juga ada kendala logistik karena makanan tidak bisa dibekukan terlalu lama," imbuh dia.
Sebagai informasi, perseroan menghabiskan dana sebesar Rp7 miliar untuk membangun setiap gerai Alfasupermarket.
Genjot Efisiensi
Suantopo menuturkan, kendati agresif membuka jaringan baru, perseroan akan mulai melakukan efisien pada sejumlah pos. Upaya ini ditempuh, mengingat pertumbuhan beban lebih kencang ketimbang peningkatan pendapatan.
Pada kuartal I 2016, beban perseroan tercatat tumbuh 30 persen, yaitu dari Rp1 triliun pada periode yang sama tahun lalu menjadi sebesar Rp1,3 triliun. Sementara, pendapatan bersihnya naik 25,6 persen atau menjadi Rp1,85 triliun.
Berdasarkan laporan keuangan MIDI, beban gaji mencapai 10 persen dari total belanja modal. Selain itu, perseroan juga akan lakukan efisiensi listrik. (bir/gen)