Analisis

Untung Rugi Duet Perusahaan Taksi dengan Aplikasi

Giras Pasopati, CNN Indonesia | Senin, 06/03/2017 12:55 WIB
Perusahaan taksi Blue Bird menggandeng Gojek, sedangkan taksi Express menggaet Uber. Operator taksi mana yang lebih untung? (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Perusahaan taksi konvensional mulai merajut kolaborasi dengan perusahaan aplikasi transportasi online demi menopang turunnya pendapatan. Namun, perbedaan cara kolaborasi yang dipilih memberi dampak yang berbeda pula terhadap kinerja mereka.

Dalam dua tahun terakhir ini, masyarakat menikmati kehadiran aplikasi transportasi umum secara online mulai dari ojek hingga taksi. Pasalnya, aplikasi yang tersedia untuk pemesanan cukup mudah plus tarif yang dikenakan pun sangat kompetitif.

Kehadiran Go-car, Grabcar hingga Uber, ketiganya menawarkan tarif yang jauh lebih murah dibandingkan taksi konvensional. Tak heran, pengguna taksi konvensional berbondong-bondong beralih ke taksi online.


Analis Bahana Sekuritas Gregorius Gary menyatakan, akibatnya, pendapatan taksi konvensional seperti PT Blue Bird Tbk (BIRD) dan PT Express Transindo Utama Tbk (TAXI) diperkirakan tergerus hingga ke kisaran 10 persen pada akhir tahun lalu.

Ia menyatakan, sebenarnya jumlah pengguna taksi tidak bertambah alias tetap meskipun keberadaan taksi online memberi tarif murah, yang ada cuma perpindahan pelanggan saja, dari yang tadinya menggunakan taksi konvensional, sekarang jadi pengguna taksi online.

“Sehingga dengan adanya kolaborasi antara kedua operator taksi dengan taksi online maka permintaan atas taksi konvensional akan kembali,” jelasnya, Senin (6/3). (gir/gen)
1 dari 3