Bagi Indonesia, aliran modal asing tetap akan masuk apalagi S&P telah menyematkan predikat layak investasi. Kemudian, inflasi juga relatif masih terkendali dan diharapkan ada di kisaran empat persen hingga akhir tahun.
"Selama masih sesuai dengan ekspektasi, pengaruh kenaikan The Fed ke negara berkembang tidak akan signifikan," jelasnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Menurut saya, dampak kenaikan The Fed ke sektor keuangan akan minimal. BI juga akan mempertahankan suku bunga acuannya di 4,75 persen," kata Andry.
Direktur Utama PT Bank Bukopin Tbk Glen Genardi meramal BI akan tetap menahan kenaikan BI-7DRRR.
"Tampaknya market sudah mengambil posisi terlebih dahulu dengan menempakan dananya di emerging market termasuk Indonesia yang memiliki yield lebih tinggi. Jadi, saat ini saya rasa, BI belum akan menaikkan suku bunga," ujar Glen.
"Tingkat inflasi tetap terjaga dengan baik. Demikian pula dengan kurs yang relatif stabil," tutur Haryono.
Sebagai informasi, BI baru akan mengumumkan suku bunga acuan untuk bulan Juni usai menggelar Rapat Dewan Gubernur BI sore nanti. Hingga bulan lalu, BI telah mempertahankan BI-7DRRR di level 4,75 persen selama tujuh bulan berturut-turut.