Hal itu akan mempengaruhi turunnya biaya dana perbankan (cost of fund) dan memberikan peluang untuk menurunkan suku bunga kredit perbankan.
Namun demikian, Direktur Utama PT Bank Mayapada International Haryono Tjahjarijadi mengingatkan suku bunga acuan hanyalah kurs indikasi yang lebih bersifat psikologis, bukan bukan kurs aktual/transaksi. Sehingga hal itu tak berkaitan langsung dengan suku bunga transaksi atau dana maupun kredit.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Besar kecilnya suku bunga kredit dipengaruhi oleh berbagai faktor mulai dari kondisi likuiditas, permintaan kredit, hingga risiko kredit.
Karenanya, Haryono menilai dampak penurunan suku bunga acuan belum tentu signifikan untuk mendorong penurunan suku bunga pinjaman dan mendongkrak permintaan kredit.
Hal itu diamini oleh Direktur Utama PT Bank Bukopin Tbk Glen Glenardi. Besaran bunga kredit ditentukan oleh bank setelah mempertimbangkan biaya dana (cost of fund). Karenanya, sulit bagi Glen untuk memastikan penurunan bunga kredit dalam waktu dekat.
"Naik turunnya suku bunga kredit itu banyak faktor yang mempengaruhi. Misalnya, risiko bisnisnya, pemanfaatan produk banknya. Jadi tidak hanya suku bunga acuan saja," ujar Glen.
(CNN Indonesia/Fajrian)