"Saya tidak mempertanyakan apakah program ini menciptakan entrepreneur (pengusaha) baru. Indonesia punya banyak program yang membantu usaha kecil menengah," ujarnya, Rabu (27/12).
Ia menjelaskan, program pemerintah pusat tersebut, antara lain kredit usaha rakyat, kredit ultra mikro, subsidi, serta dana desa guna menambah pengusaha di level desa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Walau pengusaha kecil membayar pajak dengan jumlah yang kecil pula, ia meyakini, langkah mereka akan tetap berkontribusi untuk pembangunan bangsa.
Terlebih, saat ini tingkat kemiskinan di nasional mencapai 10,6 persen dan sulit menurunkannya menjadi satu digit. Upaya menurunkannya pun bergantung pada bagaimana pemerintah masuk ke dalam kantung kemiskinan dan menjaga kehidupan masyarakat. Sehingga, mereka punya daya beli kemampuan hidup dan aktivitas ekonomi.
"Kami harap, OKE OCE menghasilkan pengentasan kemiskinan yang sifatnya sustainable (berkelanjutan),” terang dia.
"Kami, Pemerintah Pusat memiliki program itu dan progresnya masih sangat struggle (penuh perjuangan). Masalah lokasi, segmentasi, target menjadi penting," imbuh dia.
Ia menambahkan, kalau sekadar membangun rumah dan laku tidaklah sulit. Toh, banyak orang yang punya daya beli cukup untuk memiliki properti kedua, ketiga, keempat, kelima.
Pada kesempatan yang sama, Sri memaparkan bagaimana sebaiknya peranan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta untuk dioptimalkan dan dimaksimalkan sebaik-baiknya demi melayani masyarakat dan menimbulkan kinerja yang baik.
"Apakah dengan jumlah APBD-nya yang cukup besar, maka mereka perlu untuk mendesain anggaran pendidikan, bukan pada masalah besarannya, namun bagaimana menggunakan komposisi di dalamnya dan ini perlu dijelaskan kepada masyarakat," kata Ani, sapaan akrabnya.
Ia berharap, Pemprov DKI mulai memikirkan setiap rupiah yang dibelanjakan agar menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat.
"Termasuk, tadi saya sampaikan penanaman modal untuk BUMD (badan usaha milik daerah) karena bisa saja BUMD itu tidak betul-betul perlu ditanamkan modal untuk memperbaiki kualitasnya, tetapi hanya sekadar untuk membayar gaji mereka," ucap Ani. (bir)