Boeing Mulai Tawarkan PHK Plus Tunjangan ke 161 Ribu Karyawan

CNN Indonesia | Jumat, 03/04/2020 08:58 WIB
Boeing Mulai Tawarkan PHK Plus Tunjangan ke 161 Ribu Karyawan Boeing menawarkan paket PHK disertai gaji dan tunjangan kepada 161 ribu karyawan mengingat pemulihan bisnis akan memakan waktu bertahun-tahun. (AFP Photo/Jim Watson).
Jakarta, CNN Indonesia -- Boeing, produsen pesawat Amerika Serikat (AS), mulai menawarkan program pemutusan hubungan kerja (PHK) secara sukarela kepada 161 ribu karyawan mereka. Program PHK diterapkan seiring dengan anjloknya bisnis penerbangan karena pandemi virus corona.

CEO Boeing Dave Calhoun dalam memonya seperti dilansir CNN.com, Jumat (3/4), bilang paket PHK sukarela itu disertai gaji dan tunjangan. Paket ditawarkan sejalan dengan kemungkinan pulih industri penerbangan sangat lambat akibat penyebaran penyakit covid-19.

Pendapatan Boeing tergerus setelah virus corona menyebar. Banyak maskapai penerbangan mulai mengurangi pembelian pesawat baru.


"Satu hal sudah jelas, ini akan membutuhkan waktu bertahun-tahun bagi industri penerbangan untuk pulih dari krisis," kata Calhoun dalam memo itu.

Ia melanjutkan dampak pandemi virus corona masih akan mempengaruhi jenis permintaan pasar komersial baik dari sisi produk maupun layanan. Karenanya, ia menyebut Boeing akan menyesuaikan bisnisnya jika terjadi perubahan tersebut.

"Kami perlu menyeimbangkan penawaran dan permintaan sesuai dengan perkembangan industri, sejalan dengan proses pemulihan industri dalam beberapa tahun mendatang," jelasnya.

Di sisi lain, pemerintah AS telah menggelontorkan stimulus jumbo sebesar US$2 triliun, termasuk di dalamnya US$50 miliar untuk perusahaan maskapai AS. Namun, sebagian besar pangsa pasar Boeing justru berasal dari luar AS.

Sementara itu, bantuan dari masing-masing pemerintah negara kepada industri penerbangan berbeda-beda. Beberapa perusahaan kemungkinan akan gulung tikar dan sebagian lainnya diperkirakan menunda atau membatalkan pengiriman pesawat pesanan dari Boeing.

Tahun ini, Boeing menerima pesanan 5.350 jet komersial. Dari jumlah tersebut, lebih dari 4.000 pesawat dipesan oleh perusahaan maskapai di luar AS.

Boeing sendiri tak serta merta menyelesaikan seluruh pesanan dalam satu tahun karena maskapai penerbangan biasanya menggunakan pesawat tersebut untuk tahun mendatang. Boeing biasanya hanya bisa menyelesaikan produksi 800 pesawat komersial per tahun.

Akibat virus corona, Boeing menangguhkan pembayaran dividen untuk pertama kalinya sejak 1942. Tahun lalu, perusahaan menyetor dividen sebesar US$4,6 miliar. Selain itu, perusahaan berencana meminjam US$13,8 miliar lewat kredit sindikasi perbankan.

Guncangan virus corona menambah beban Boeing setelah beberapa waktu lalu mereka terpaksa melakukan grounded terhadap armadanya jenis 737 Max 8.

Sebagaimana diketahui, Boeing 737 Max 8 milik Lion Air dan Ethiopian Airlines jatuh tidak lama usai lepas landas sehingga menewaskan ratusan penumpang dan kru.

[Gambas:Video CNN]


(ulf/bir)