Jadi Hotspot Corona, Pesta Jalanan Sao Paulo Dibatalkan

CNN Indonesia | Sabtu, 25/07/2020 08:29 WIB
Sao Paulomengatakan pada hari Jumat (24/7) telah menunda penyelenggaraan karnaval tahun 2021 tanpa batas waktu yang ditentukan. Kemeriahan karnaval di Sao Paulo pada tahun 2017. (AFP PHOTO / NELSON ALMEIDA)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sao Paulo, kota terbesar yang menjadi hotspot pandemi virus corona di Brasil, mengatakan pada hari Jumat (24/7) waktu setempat telah menunda penyelenggaraan karnaval tahun 2021 tanpa batas waktu yang ditentukan.

"Baik sekolah samba dan blocos (pesta jalanan) karnaval memahami bahwa kota ini tidak layak untuk menyelenggarakan karnaval untuk Februari tahun depan," Wali Kota Sao Paulo, Bruno Covas, mengatakan pada konferensi pers, seperti yang dikutip dari AFP.

Rio de Janeiro, rumah bagi karnaval terbesar di Brasil - dan salah satu yang paling terkenal di dunia - sedang mempertimbangkan langkah serupa.


Brasil telah mencatat jumlah infeksi dan kematian tertinggi akibat virus corona daripada negara lain di dunia, kecuali Amerika Serikat: masing-masing lebih dari 2,3 juta dan 85 ribu.

Negara Bagian Sao Paulo adalah pusat gempa pandemi virus corona, terhitung hampir seperempat penduduknya masuk dalam jumlah korban jiwa satu negara. Rio juga sangat terpukul.

Covas tidak menetapkan tanggal baru karnaval tahunan itu, tetapi menyarankan "akhir Mei atau awal Juli."

Meskipun kurang terkenal daripada Rio, karnaval Sao Paulo semakin populer dalam beberapa tahun terakhir, menarik puluhan ribu orang yang bersuka ria di kota berpenduduk 12 juta orang itu.

Dengan pesta jalanannya yang padat, kerumunan dan saling berpelukan menjadi hal yang biasa, namun bakal membuat cemas selama pandemi virus corona belum berakhir.

Sao Paulo telah membatalkan parade Gay Pride pada bulan Juni, salah satu yang terbesar di dunia, dan menunda dari bulan Juli hingga November perayaan March for Jesus yang menarik jutaan orang setiap tahunnya.

Negara bagian Sao Paulo mengumumkan pada hari Jumat bahwa mereka memperpanjang langkah tinggal di rumah selama dua minggu lagi, hingga 10 Agustus 2020.

(AFP/ard)

[Gambas:Video CNN]