TIffany SNSD Ungkap Masa Sulit Sulli dalam Film Dokumenter

CNN Indonesia | Jumat, 11/09/2020 15:51 WIB
Lewat sebuah film dokumenter, Tiffany Girls' Generation mengungkapkan masa-masa sulit yang dialami Sulli sejak menjadi trainee di SM Entertainment. Lewat sebuah film dokumenter, Tiffany Girls' Generation mengungkapkan masa-masa sulit yang dialami Sulli sejak menjadi trainee di SM Entertainment. (Cindy Ord/Getty Images for Tory Burch/AFP)
Jakarta, CNN Indonesia --

Tiffany Girls' Generation mengungkapkan masa-masa sulit yang dialami Sulli sejak menjadi trainee di SM Entertainment. Hal tersebut diungkapkan dalam film dokumenter tentang Sulli, Why Were You Uncomfortable With Sulli yang tayang pada Kamis (10/9) malam.

Tiffany dan Taeyeon Girls' Generation masuk asrama SM Entertainment di tahun yang sama dengan Sulli. Namun, kala itu Sulli telah debut sebagai aktris cilik lewat drama Ballad of Seodong pada 2005.

"Saya pertama kali bertemu Sulli ketika dia sedang bermain drama Ballad of Seodong. Di SM, dia sudah menjadi artis cilik terkenal," kata Tiffany.


Kala itu, Sulli masih berumur sekitar 11 tahun dan sudah memulai hidup sebagai trainee yang penuh aturan dan jadwal di SM Entertainment. Dalam Dorm Baby, variety show yang tayang pada 2011, Sulli berterima kasih kepada Tiffany dan Taeyeon yang selalu membantu dan merawatnya.

Namun, Sulli juga pernah secara terbuka mengaku berat menjalani hidup sebagai trainee di masa muda. Potongan wawancara itu turut ditampilkan dalam film dokumenter tersebut.

"Saya sudah tinggal di asrama sejak kelas 5 SD. Saya sering ingin pulang ke rumah karena rindu ibu. Tapi (tidak bisa) karena rumah saya jauh di Busan," ucap Sulli.

Sulli f(x)Lewat sebuah film dokumenter, Tiffany Girls' Generation mengungkapkan masa-masa sulit yang dialami Sulli sejak menjadi trainee di SM Entertainment. (Screenshot via Instagram/@jelly_jilli)

Melihat potongan-potongan video lama itu, Tiffany mengungkapkan rasa frustrasi dan kesepian yang sesungguhnya juga dialami dirinya dan Taeyeon Girls' Generation.

"Kami belum cukup dewasa untuk benar-benar mengerti emosi dan perasaan itu datang dari mana. Kami semuda itu untuk berada dalam lingkungan tersebut," ucap Tiffany.

Tiffany mulai menjadi trainee SM Entertainment pada 2004 ketika masih menjadi murid SMP. Ia mengungkapkan masa-masa menjadi trainee merupakan momen ketika dirinya bersama Sulli dan Taeyeon meyakinkan diri sendiri mampu melewati itu semua.

"Demi bertahan, saya rasa Sulli jadi sangat waspada dengan orang-orang di sekitarnya," tuturnya.

Tahun-tahun berlalu, Tiffany dan Taeyeon debut dalam Girls' Generation pada 2007. Sementara itu, Sulli kembali menghadapi kesulitan. Ketika lulus sekolah dasar, Sulli bertumbuh begitu cepat yang membuat banyak pihak mempertanyakan statusnya sebagai artis cilik.

Kondisi itu membuat agensi menyarankan Sulli untuk berputar haluan menjadi penyanyi. Sulli kemudian debut dalam f(x) bersama Victoria, Amber, Luna, dan Krystal pada 2009.

Komentar Jahat Netizen

Beberapa tahun setelah debut, Sulli berpacaran dengan Choiza Dynamic Duo. Hubungan tersebut membuatnya menjadi sasaran komentar jahat warganet.

Kala itu, keduanya terpaut usia 14 tahun. Hubungan itu pula yang membuat hubungan Sulli dengan ibunya retak dan menjauh.

Tiffany mengatakan selain komentar jahat, kondisi tersebut juga diperburuk dengan orang-orang yang mengambil gambar ketika Sulli bepergian terutama ketika hanya ingin memiliki momen pacaran pada umumnya.

Members of South Korean girl band f(x) (L-R), Sulli and Krystal attend make-up trial event held in Seoul on February 7, 2013.   REPUBLIC OF KOREA OUT  JAPAN OUT  AFP PHOTO/STARNEWS (Photo by Starnews / Starnews / AFP)Selama bertahun-tahun kemudian, Sulli masih tetap menjadi sasaran komentar jahat warganet terutama mengenai pilihan dan kebebasannya berpakaian. (Starnews / Starnews / AFP)

"Saya rasa itu akan sangat sulit. Sulli baru berusia 20 tahun kala itu. Saya merasa semua komentar yang diberikan kepadanya jadi membuatnya merasa bersalah," kata Tiffany.

Hingga pada 2016, Sulli masuk rumah sakit karena melukai dirinya sendiri. Hal itu terjadi setelah hubungannya dengan Choiza berakhir. Dalam sebuah wawancara di masa lalu, Sulli pernah membicarakan tentang kondisinya ketika masuk rumah sakit kala itu.

"Saya terbiasa bersembunyi di balik orang-orang yang dekat dengan saya dan mencoba kuat bersama. Tapi ada waktu di mana orang-orang tersebut bahkan orang di sekitar saya pergi. Karena mereka juga mengalami masa sulit, saya pikir mereka sedang sibuk melindungi dirinya sendiri," kata Sulli.

"Saya meminta tolong tapi orang-orang tak melakukannya. Saya merasa kalah saat itu karena tak ada yang bisa diajak berbicara," ungkapnya.

Selama bertahun-tahun kemudian, Sulli masih tetap menjadi sasaran komentar jahat warganet terutama mengenai pilihan dan kebebasannya berpakaian.

Tiffany mengungkapkan media sosial sesungguhnya menjadi satu-satunya tempat artis bisa bebas berekspresi. Namun, hal tersebut juga tak bisa dimiliki Sulli.

"Sejujurnya, media sosial merupakan tempat yang nyaman. Saya selalu kagum dengan keberanian Sulli dalam berekspresi dan menjadi bebas. Itu (media sosial) mengizinkan orang-orang seperti Sulli untuk hidup. Sulli terus mengajukan pertanyaan pada dunia. Tapi dunia selalu mengatakan tidak kepadanya," kata Tiffany.

Untuk kesekian kalinya, Sulli mengungkapkan masa-masa sulit dalam hidup dan permintaan tolong dalam sebuah wawancara.

"Karena saya sudah bekerja di usia muda, semua orang berpikir saya sangat dewasa. Bahkan ketika saya mengatakan saya merasa kesulitan tak ada satupun yang mendengarkan," ucap Sulli.

Hingga pada Oktober 2019, Sulli meninggal dunia karena bunuh diri. Tiffany mengaku amat menyesal dan merasa bersalah karena tidak bisa membantu Sulli dan memiliki pembicaraan dari hati ke hati dengannya. Ia pun mengungkapkan pada dasarnya semua orang butuh bantuan.

"Terima kasih kamu telah menghabiskan waktumu dengan amat berani, bersinar, dan luar biasa," tutur Tiffany seperti dilansir News1.

Masalah depresi jangan dianggap enteng. Jika Anda pernah memikirkan atau merasakan tendensi bunuh diri, mengalami krisis emosional, atau mengenal orang-orang dalam kondisi itu, Anda disarankan menghubungi pihak yang bisa membantu. Misalnya saja Komunitas Save Yourselves melalui Instagram @saveyourselves.id, Yayasan Sehat Mental Indonesia melalui akun Line @konseling.online, atau Tim Pijar Psikologi https://pijarpsikologi.org/konsulgratis.

(chri/end)

[Gambas:Video CNN]