ANALISIS

Mr. Queen, Transgender, dan Perubahan Norma Sosial Korea

CNN Indonesia | Minggu, 21/02/2021 14:39 WIB
Perbincangan soal Mr. Queen bukan hanya soal akurasi cerita, tetapi soal gender swap serta trangenderisme dalam drama sageuk itu. Drama Run On. (dok. jTBC via Netflix)

Perubahan Norma Sosial Korea

Pierce Conran menyatakan pada sisi-sisi tertentu, Mr. Queen bisa dilihat dari sudut pandang transgenderisme. Namun, kondisi itu tak memicu kontroversi serius di Korea yang masyarakatnya masih konservatif.

Akan tetapi, ia menilai keberadaan Mr. Queen dengan kisahnya yang 'melanggar norma konservatif' menjadi salah satu tanda Korea mengalami perubahan norma sosial.

"Paling tidak, itu mengakui perubahan norma sosial karena Korea perlahan-lahan bergerak menuju penerimaan homoseksualitas yang lebih umum," kata Conran.


Conran juga mengungkapkan hal tersebut dalam ulasannya atas Mr. Queen untuk South China Morning Post yang bertajuk K-drama review: Mr. Queen - period comedy ends on a high with cathartic finale.

"Adat istiadat yang biasanya ditampilkan dalam drama periode lainnya yaitu nilai tradisional dan memikat, digeser karena ketinggalan zaman atau konservatif," tulis Conran menyinggung nilai yang biasanya ada dalam sageuk.

"Mr. Queen telah menyediakan platform unik untuk menarik standar sosial dari Korea saat ini, terutama berkaitan dengan gender," lanjutnya dalam tulisan itu.

Sementara itu, representasi LGBTQ di Korea pun dinilai turut berkembang. Kisah dengan narasi queer sudah banyak ditampilkan dalam film-film indie Korea selama bertahun-tahun. Kini, narasi tersebut mulai masuk ke layar kaca.

"Kami sekarang bisa melihatnya di film komersial, televisi, layanan streaming yang juga menambahkan karakter queer dalam peran pendukung," ucap Conran.

Jeli The School Nurse FilesThe School Nurse Files. (dok. Netflix)

Contoh narasi ini yang lebih jelas terlihat pada drama tahun ini, Run On, di mana salah satu karakter pria memiliki cinta bertepuk sebelah kepada karakter utama pria.

"Begitu pula dengan The School Nurse Files yang juga menampilkan romansa sesama jenis dan menekankan tekanan dari para teman sebayanya mengenai standar sosial dan homofobia," kata Conran.

Pandangan serupa disampaikan Suray. Narasi LGBTQ sejatinya sudah ada dalam film-film dan drama Korea sejak bertahun-tahun lalu. Namun, akses untuk ke tontonan tersebut tak sebesar saat ini. Sehingga, narasi seperti ini sejatinya bukan hal baru bagi Korea.

Namun, ia menyadari terdapat perbedaan cara penyampaian narasi LGBTQ di beberapa saluran televisi.

"Kalau di [media] mainstream iya, masih memperhatikan masyarakat konservatif di Korea. Apalagi christian conservative di Korea itu masih sangat kuat. Jadi harus perhatikan itu. Tapi kalau di platform terbatas, saya kira mereka sudah tidak memperhatikan itu," kata Suray.

(chri/end)
HALAMAN :
1 2
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK