Banyak dari mereka memandang bahwa kekacauan di Libya adalah kesempatan: pos-pos perbatasan kini tidak dijaga, pantai pun kosong.
Sebagian besar warga Afrika Barat meninggalkan negara mereka karena alasan ekonomi, dan kebanyakan adalah pria lajang berusia 20-an tahun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para peneliti mengatakgn seringkali anak tertua berkelana untuk mencari pekerjaan agar bisa mengirim uang, yang mungkin terpengaruh oleh dongeng-dongeng tentang kemakmuran.
Tetapi warga Afrika Barat yang menjual ternak dan harta benda lain tetapi tertangkap atau terlantar bisa menghadapi kemiskinan jika pulang.
Sebanyak 400 warga Senegal baru-baru ini dipulangkan dari Libya oleh Palang Merah dan IOM.
Warga Mali mendapat faktor pendorong baru dari konflik yang baru-baru ini terjadi, ketika kelompok-kelompok jihadis merebut hampir setengah wilayah negara itu sebelum intervensi pimpinan Perancis berhasil memukul mundur kelompok itu.
Joel Millman dari IOM mengatakan terdapat peningkatan jumlah migran di kalangan umat Kristen asal Nigeria di rute pelarian ini. Mereka melarikan diri dari kekacauan dan brutalitas Boko Haram di kota dan desa mereka.
Malakooti mengatakan fenomena lain yang muncul adalah perdagangan perempuan Afrika sebagai pekerja seks komersial di Italia melalui jalur Libya.
Dia menjelaskan bahwa meski masih kecil dibandingkan jumlah migrasi secara keseluruhan, jumlah perempuan yang diselundupkan untuk perdagangan seksual di Eropa meningkat tiga kali lipat.