Jejak Manny Pacquiao, Raja Tinju hingga Capres Filipina
CNN Indonesia
Senin, 20 Sep 2021 18:35 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Profil Manny Pacquiao, raja tinju yang kini jadi capres Filipina. (AP/John Locher)
Jakarta, CNN Indonesia --
Mantan petinju Manny Pacquiao mendeklarasikan pencalonan dirinya sebagai kandidat presiden Filipina pada hari Minggu (19/9).
Dalam konferensi pers, ia secara resmi menyatakan menerima pencalonan dari salah satu kubu di partai PDP-Laban.
"Ini saatnya yang tertindas menang. Ini saatnya bangsa kita bangkit dari kemiskinan. Ini saatnya kita memiliki pemerintahan yang bersih, dimana setiap sen dolar jatuh ke tangan rakyat Filipina," ucap Pacquiao.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pacquiao disebut akan menjadi mantan atlet yang berkarier di ranah politik dan sukses.
Sebelumnya, ia pernah terpilih menjadi anggota perwakilan rakyat pada 2010. Di tahun 2016, ia kemudian menjadi senator.
Mantan petinju sekaligus politisi itu memiliki nama lengkap Emmanuel Dapidran Pacquiao. Ia lahir 17 Desember 1978 di Kibawe, Provinsi Bokindon, Filipina. Ia besar di general Santos City. Dia kemudian melarikan diri dari rumah, patah hati dan tinggal di jalanan di Manila menjual donat untuk bertahan hidup, demikian dikutip dari Skysport.
Dari rasa putus asa itu, ia menjadi salah satu superstar olahraga terbesar di Amerika. Di dunia tinju, ia memiliki segudang prestasi di kelas berat dalam sejarah dibanding para petinju lain.
Debut perdana sebagai kelas terbang dilakoni saat usianya masih 16 tahun, yakni pada 22 Januari 1995. Aksi dan senyum kekanak-kanakannya membuat Pacquiao menjadi salah satu petinju favorit warga Filipina.
Pada Desember tahun 1998, ia memenangkan gelar besar pertamanya, kelas terbang Dewan Tinju Dunia (WBC), mengalahkan Chatchai Sasakul dari Thailand.
Kebangkitannya dari kemiskinan ke puncak olahraga, membuat Pacquiao menjadi sosok penting di mata publik Filipina.
Para fan senang menyentuh lengan Pacquiao atau mengelapkan jari ke lengan baju yang dikenakan idolanya itu, seolah-olah dia adalah tokoh agama atau patung orang suci yang hidup dan bernafas.
Menurut ketua Top Rank Bob Arum pada 2009, Pacquiao kerap menghabiskan banyak uangnya untuk membantu orang-orang.
"Dan sungguh luar biasa bagaimana orang-orang menanggapinya," tutur Arum.
Ia menjadi idola sekaligus kekuatan pemersatu di Filipina. Popularitasnya tak bisa dipandang sebelah mata, sehingga dukungan komersial, film, acara televisi, CD dan fotonya di Prangko mengalir untuknya.
Pada tahun 2003, Pacquiao terpilih sebagai Person of The Year, mengalahkan presiden Filipina saat itu Gloria Macapagal Arroyo.
Empat tahun kemudian, pada tahun 2007, ia mencalonkan diri sebagai anggota legislatif Filipina. Sayangnya langkah Pacquiao gagal melenggang ke parlemen.
Pacquiao kemudian memilih kembali ke ring sepenuhnya. Namun, beberapa hari usai bertanding, ia membentuk partai politik "lokal" baru, People's Champ Movement di Filipina.
Pada tahun 2010. ia kembali mengumumkan pencalonan dirinya di kursi legislatif untuk Dapil Mindanao. Kali ini, ia menang telak.
Tiga tahun kemudian, pada tahun 2013, Pacquiao terpilih kembali di jabatan yang sama.
Pada 2016, Pacquiao menjadi salah satu dari 12 senator baru yang terpilih menjadi Senat Filipina.
Kiprahnya di olahraga tinju bersamaan dengan upayanya memerangi kemiskinan dan korupsi, yang kemungkinan akan menjadi tema utama kampanye Pacquiao.
"Bagi mereka yang bertanya apa kualifikasi saya, apakah Anda pernah mengalami kelaparan? katanya kepada majelis nasional yang digelar PDD-Laban, dikutip Channel News Asia.
Ia kemudian menegaskan, "Pernahkah Anda mengalami tidak punya apa-apa untuk dimakan, meminjam uang dari tetangga Anda atau menunggu sisa makanan di warung makan? Manny Pacquiao yang ada di depan Anda dibentuk oleh kemiskinan."
Ia juga disebut mendirikan yayasan amal, Manny Pacquiao Foundation (MPC) pada 2019. Belakangan ini, MPC telah meluncurkan kampanye vaksinasi di California Selatan. Kegiatan ini, juga bekerja sama dengan Sistem Perawatan Kesehatan, Doc1 Health.
MPC disebut menginisiasi edukasi vaksinasi tersebut.
"Yayasan Pacquiao didedikasikan untuk memperjuangkan mereka yang membutuhkan di seluruh dunia dan menjangkau lebih dari satu juta orang yang membutuhkan bantuan sejak didirikan," ujar Direktur Eksekutif yayasan itu, Jon Sisson.
Kekuatan Pacquiao di negara yang terobsesi dengan selebritas akan memudahkan jalannya meraih posisi kuat dalam pemilihan presiden. Namun, ini belum cukup menjamin kemenangan.
Perselisihan publik antara Pacquiao dan Duterte menyoal penanganan terakhir konflik dengan Beijing di Laut China Selatan dan korupsi dapat mengikis dukungan untuk mantan petinju itu.
Jakarta, CNN Indonesia --
Mantan petinju Manny Pacquiao mendeklarasikan pencalonan dirinya sebagai kandidat presiden Filipina pada hari Minggu (19/9).
Dalam konferensi pers, ia secara resmi menyatakan menerima pencalonan dari salah satu kubu di partai PDP-Laban.
"Ini saatnya yang tertindas menang. Ini saatnya bangsa kita bangkit dari kemiskinan. Ini saatnya kita memiliki pemerintahan yang bersih, dimana setiap sen dolar jatuh ke tangan rakyat Filipina," ucap Pacquiao.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pacquiao disebut akan menjadi mantan atlet yang berkarier di ranah politik dan sukses.
Sebelumnya, ia pernah terpilih menjadi anggota perwakilan rakyat pada 2010. Di tahun 2016, ia kemudian menjadi senator.
Mantan petinju sekaligus politisi itu memiliki nama lengkap Emmanuel Dapidran Pacquiao. Ia lahir 17 Desember 1978 di Kibawe, Provinsi Bokindon, Filipina. Ia besar di general Santos City. Dia kemudian melarikan diri dari rumah, patah hati dan tinggal di jalanan di Manila menjual donat untuk bertahan hidup, demikian dikutip dari Skysport.
Dari rasa putus asa itu, ia menjadi salah satu superstar olahraga terbesar di Amerika. Di dunia tinju, ia memiliki segudang prestasi di kelas berat dalam sejarah dibanding para petinju lain.
Debut perdana sebagai kelas terbang dilakoni saat usianya masih 16 tahun, yakni pada 22 Januari 1995. Aksi dan senyum kekanak-kanakannya membuat Pacquiao menjadi salah satu petinju favorit warga Filipina.
Pada Desember tahun 1998, ia memenangkan gelar besar pertamanya, kelas terbang Dewan Tinju Dunia (WBC), mengalahkan Chatchai Sasakul dari Thailand.
Kebangkitannya dari kemiskinan ke puncak olahraga, membuat Pacquiao menjadi sosok penting di mata publik Filipina.
Para fan senang menyentuh lengan Pacquiao atau mengelapkan jari ke lengan baju yang dikenakan idolanya itu, seolah-olah dia adalah tokoh agama atau patung orang suci yang hidup dan bernafas.
Menurut ketua Top Rank Bob Arum pada 2009, Pacquiao kerap menghabiskan banyak uangnya untuk membantu orang-orang.
"Dan sungguh luar biasa bagaimana orang-orang menanggapinya," tutur Arum.
Ia menjadi idola sekaligus kekuatan pemersatu di Filipina. Popularitasnya tak bisa dipandang sebelah mata, sehingga dukungan komersial, film, acara televisi, CD dan fotonya di Prangko mengalir untuknya.
Pacquiao Bertabur Penghargaan
Manny Pacquiao calon presiden Filipina. (AFP/Ted Aljibe)
Pada tahun 2003, Pacquiao terpilih sebagai Person of The Year, mengalahkan presiden Filipina saat itu Gloria Macapagal Arroyo.
Empat tahun kemudian, pada tahun 2007, ia mencalonkan diri sebagai anggota legislatif Filipina. Sayangnya langkah Pacquiao gagal melenggang ke parlemen.
Pacquiao kemudian memilih kembali ke ring sepenuhnya. Namun, beberapa hari usai bertanding, ia membentuk partai politik "lokal" baru, People's Champ Movement di Filipina.
Pada tahun 2010. ia kembali mengumumkan pencalonan dirinya di kursi legislatif untuk Dapil Mindanao. Kali ini, ia menang telak.
Tiga tahun kemudian, pada tahun 2013, Pacquiao terpilih kembali di jabatan yang sama.
Pada 2016, Pacquiao menjadi salah satu dari 12 senator baru yang terpilih menjadi Senat Filipina.
Kiprahnya di olahraga tinju bersamaan dengan upayanya memerangi kemiskinan dan korupsi, yang kemungkinan akan menjadi tema utama kampanye Pacquiao.
"Bagi mereka yang bertanya apa kualifikasi saya, apakah Anda pernah mengalami kelaparan? katanya kepada majelis nasional yang digelar PDD-Laban, dikutip Channel News Asia.
Ia kemudian menegaskan, "Pernahkah Anda mengalami tidak punya apa-apa untuk dimakan, meminjam uang dari tetangga Anda atau menunggu sisa makanan di warung makan? Manny Pacquiao yang ada di depan Anda dibentuk oleh kemiskinan."
Ia juga disebut mendirikan yayasan amal, Manny Pacquiao Foundation (MPC) pada 2019. Belakangan ini, MPC telah meluncurkan kampanye vaksinasi di California Selatan. Kegiatan ini, juga bekerja sama dengan Sistem Perawatan Kesehatan, Doc1 Health.
MPC disebut menginisiasi edukasi vaksinasi tersebut.
"Yayasan Pacquiao didedikasikan untuk memperjuangkan mereka yang membutuhkan di seluruh dunia dan menjangkau lebih dari satu juta orang yang membutuhkan bantuan sejak didirikan," ujar Direktur Eksekutif yayasan itu, Jon Sisson.
Kekuatan Pacquiao di negara yang terobsesi dengan selebritas akan memudahkan jalannya meraih posisi kuat dalam pemilihan presiden. Namun, ini belum cukup menjamin kemenangan.
Perselisihan publik antara Pacquiao dan Duterte menyoal penanganan terakhir konflik dengan Beijing di Laut China Selatan dan korupsi dapat mengikis dukungan untuk mantan petinju itu.