Berdasarkan pantauan CNN Indonesia, dua buah kendaraan pengeruk dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berada di lokasi Kali Ciliwung untuk melakukan pengerukan sampah yang menumpuk di pinggiran sungai.
"Sekarang lagi istirahat dulu. Tadi (kendaraan) sudah mulai mengeruk dan sebagian sampah berhasil diangkat," ujar Arif, seorang petugas Dinas Kebersihan di lokasi, Jakarta, Jumat (21/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tumpukan sampah di kali sampai membuat aliran air tersumbat. Makanya perlu diangkat," kata dia.
Pascabanjir, bau menyengat dari sampah dan lumpur bisa tercium oleh warga yang tinggal di sekitar kali. Namun tampaknya hal ini tidak mengganggu beberapa warga. Mereka bahkan menyempatkan diri memancing di kali.
"Ini sudah tidak begitu parah. Kemarin jauh lebih kacau. Sampah-sampah itu menyumbat total kali," ujar Abdurrahman, seorang warga sekitar kali yang mengaku dipekerjakan oleh Pemprov untuk membersihkan kali.
Rahman mengatakan dia terjun ke dalam kali membersihkan sisa-sisa sampah yang tidak dapat dijangkau oleh mesin pengeruk.
Sementara itu, Ahmad Ali, seorang warga berusia 64 tahun, mengatakan banjir tahun ini masih lebih ringan dibandingkan banjir yang terjadi tahun sebelumnya. Tahun lalu, Ahmad mengatakan ketinggian banjir bisa mencapai dua meter. Ditanyai mengenai wacana rencana pemerintah merelokasi warga di bantaran Kali Ciliwung, Ahmad mengatakan tidak masalah.
"Saya mau asalkan dipindahnya bersamaan dengan warga lain juga," kata dia.
Sebelumnya, data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta menunjukkan, kondisi bendungan di beberapa wilayah Jakarta dan sekitarnya normal.
Debit air di Katulampa turun hingga 30 sentimeter atau Siaga IV, di Depok mencapai 120 sentimeter atau Siaga IV, Karet mencapai 400 sentimeter atau Siaga IV, Pesanggrahan tercatat 75 sentimeter atau Siaga IV, dan Pasar Ikan tercatat 193 sentimeter atau Siaga III.
"Kondisi banjir di Jakarta sudah turun meski di beberapa tempat masih tergenang air," kata Sutopo Purwo Nugroho.