Mantan Ajudan Presiden sampai Kabareskrim di Bursa Kapolri

Christie Stefanie | CNN Indonesia
Jumat, 06 Feb 2015 10:50 WIB
Mantan Ajudan Presiden sampai Kabareskrim di Bursa Kapolri
Kabareskrim Komjen Budi Waseso. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Budi Waseso kemarin Kamis (5/2) resmi menyandang pangkat bintang tiga, mengikuti jabatan yang diembannya sebagai Kepala Badan Reserse Kriminal Polri. Kabareskrim adalah jabatan bintang tiga, dan untuk itu kepangkatan Budi Waseso menyesuaikan.

Budi Waseso baru 18 hari menjadi Kabareskrim, menggantikan Komisaris Jenderal Suhardi Alius yang dimutasi ke Lembaga Ketahanan Nasional sebagai Sekretaris Utama. (Baca: Calon Kapolri dari Angkatan 82-84, Suhardi Alius Terlempar)

Karier Budi Waseso di Kepolisian terbilang cukup cemerlang. Kariernya meningkat sejak menjabat sebagai Widyaiswara Utama Staf Pimpinan Polri pada 2013, berlanjut menjadi Kepala Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi Polri pada 2014. Hal inilah yang disebut-sebut menjadi alasan kuat terpilihnya Budi Waseso menjadi Kabareskrim.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada 2012, Budi Waseso sempat menjabat sebagai Kapolda Gorontalo. Pada saat itulah Budi mulai dikenal sebagai sosok polisi yang tegas karena berani menindak kasus korupsi yang melibatkan Gubernur Gorontalo Ruslie Habibie.

Dua tahun sebelumnya, Budi yang saat itu menjabat sebagai Kepala Pusat Pengamanan Internal Mabes Polri pun sempat ramai menjadi bahan pemberitaan karena kasus penangkapan Komisaris Jenderal Susno Duadji di Bandara Soekarno-Hatta terkait perkara korupsi. Susno ditangkap atas campur tangan Budi Waseso.

Budi yang merupakan lulusan Akademi Kepolisian tahun 1985 ini juga sempat menjabat Kepala Bidang Profesi dan Pengamanan Polda Jawa Tengah pada 2009.

Mengemban jabatan baru sebagai Kabareskrim saat ini, Budi Waseso mengatakan akan menjaga dan mengkonsolidasikan jajaran Bareskrim. Pekerjaan rumah yang ditinggalkan pejabat lama dijanjikannya akan diselesaikan. "Saya pasti lanjutkan," kata Budi.
Jakarta, CNN Indonesia -- Komisi Kepolisian Nasional telah mempersiapkan empat nama baru calon Kapolri. Nama-nama baru itu dijaring sebagai langkah antisipasi apabila Komisaris Jenderal Budi Gunawan batal dilantik Presiden Jokowi sebagai Kapolri, terkait statusnya di Komisi Pemberantasan Korupsi sebagai tersangka kasus rekening gendut.

Empat nama tersebut yakni Wakil Kepolisian RI Komisaris Jenderal Badrodin Haiti, Kepala Badan Reserse Kriminal Markas Besar Kepolisian RI Komisaris Jenderal Budi Waseso, Inspektorat Pengawasan Umum Mabes Polri Komisaris Jenderal Dwi Priyatno, dan Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan Mabes Polri Komisaris Jenderal Putut Eko Bayuseno.

Mereka semua berasal dari angkatan 82-84. Bagaimana rekam jejak mereka selama di Kepolisian RI?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Si 'Kalem' Badrodin Haiti

Wakapolri Komjen Badrodin Haiti. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)

Komisaris Jenderal Badrodin Haiti merupakan orang yang dipercaya Jenderal Sutarman --saat itu Kapolri-- untuk menggantikan Komisaris Jenderal Oegroseno sebagai Wakapolri pada 4 Maret 2014. Sebelumnya pada 2005, Badrodin juga sempat menjabat sebagai Kapolda Sulawesi Tengah. Ketika itu ia pun menggantikan Oegroseno yang ditarik ke Mabes Polri.

Badrodin merupakan lulusan terbaik Akademi Kepolisian tahun 1982. Karier kepolisiannya dimulai di tahun 1982 itu dengan menjabat sebagai Danton Sabhara Dit Samapta Polda Metro Jaya dengan pangkat Inspektur Dua.

Setahun kemudian, 1983, karier peraih bintang Adhi Makayasa itu terus menanjak. Ia ditugaskan sebagai Kasubro Ops Polres Metro Depok Polda Metro Jaya, dan kemudian dipindah ugaskan menjadi Kapolsek Pancoran Mas Polres Metro Depok dan Polda Metro Jaya.

Karier ayah dua anak yang dikenal kalem itu bersinar cemerlang. Jabatan strategis terus ia peroleh, misalnya menjadi Kapolda Banten pada 2004, dan Kapolda Sulawesi Tengah pada 2005.

Pada 2009, Badrodin kembali naik jabatan menjadi Kapolda Sumatera Utara, yang diikuti kenaikan pangkatnya menjadi Inspektur Jenderal. Tak lama berselang, Badrodin ditarik ke Mabes Polri untuk menjabat sebagai Kepala Divisi Hukum pada 2010.

Jabatan Kepala Divisi Hukum itu hanya diemban Badrodin dalam kurun waktu beberapa bulan. Setelah itu ia kembali diterjunkan ke lapangan sebagai Kapolda Jawa Timur hingga tahun 2011, dan kemudian ditarik kembali ke Mabes Polri hingga saat ini.

Dinamika jabatan Badrodin pun terus berlanjut sebagai staf ahli Kapolri, asisten operasi Kapolri, sampai Kepala Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan (Baharkam) Polri pada 2013.

Saat ini Badrodin yang menjabat sebagai Wakapolri sedang mengemban mandat, wewenang, dan tugas-tugas Kapolri karena masih kosongnya pucuk pimpinan di lembaga penegak hukum tersebut sehubungan dengan penundaan pelantikan calon Kapolri Komjen Budi Gunawan oleh Jokowi.

Budi Waseso yang Kontroversial

Kabareskrim Komjen Budi Waseso. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)

Budi Waseso kemarin Kamis (5/2) resmi menyandang pangkat bintang tiga, mengikuti jabatan yang diembannya sebagai Kepala Badan Reserse Kriminal Polri. Kabareskrim adalah jabatan bintang tiga, dan untuk itu kepangkatan Budi Waseso menyesuaikan.

Budi Waseso baru 18 hari menjadi Kabareskrim, menggantikan Komisaris Jenderal Suhardi Alius yang dimutasi ke Lembaga Ketahanan Nasional sebagai Sekretaris Utama. (Baca: Calon Kapolri dari Angkatan 82-84, Suhardi Alius Terlempar)

Karier Budi Waseso di Kepolisian terbilang cukup cemerlang. Kariernya meningkat sejak menjabat sebagai Widyaiswara Utama Staf Pimpinan Polri pada 2013, berlanjut menjadi Kepala Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi Polri pada 2014. Hal inilah yang disebut-sebut menjadi alasan kuat terpilihnya Budi Waseso menjadi Kabareskrim.

Pada 2012, Budi Waseso sempat menjabat sebagai Kapolda Gorontalo. Pada saat itulah Budi mulai dikenal sebagai sosok polisi yang tegas karena berani menindak kasus korupsi yang melibatkan Gubernur Gorontalo Ruslie Habibie.

Dua tahun sebelumnya, Budi yang saat itu menjabat sebagai Kepala Pusat Pengamanan Internal Mabes Polri pun sempat ramai menjadi bahan pemberitaan karena kasus penangkapan Komisaris Jenderal Susno Duadji di Bandara Soekarno-Hatta terkait perkara korupsi. Susno ditangkap atas campur tangan Budi Waseso.

Budi yang merupakan lulusan Akademi Kepolisian tahun 1985 ini juga sempat menjabat Kepala Bidang Profesi dan Pengamanan Polda Jawa Tengah pada 2009.

Mengemban jabatan baru sebagai Kabareskrim saat ini, Budi Waseso mengatakan akan menjaga dan mengkonsolidasikan jajaran Bareskrim. Pekerjaan rumah yang ditinggalkan pejabat lama dijanjikannya akan diselesaikan. "Saya pasti lanjutkan," kata Budi.
Putut Eko Bayuseno, Bersinar Bersama SBY BACA HALAMAN BERIKUTNYA

HALAMAN:
1 2 3 4 5