"(Pistol) itu mainan anaknya, karena tersangka jengkel sama korban dia todongkan pistol mainan itu," ucap Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Awi Setiyono saat dihubungi Kamis (7/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penahanan AS bermula dari laporan penumpang bernama Setiawati (25) yang mengaku diturunkan paksa dan diancam dengan menggunakan pistol, beberapa hari sebelumnya.
Setiawati pun langsung naik ke dalam mobil AS bersama ibunya yang tengah sakit, seorang sekretaris, dan seorang temannya bernama Elsa dari Jalan Alaydrus, Jakarta Pusat sekitar pukul 21.00 WIB.
Menurut penuturan Setiawati, AS saat itu marah di dalam mobil dan meminta mereka semua turun dari mobil. AS enggan mengantar Setiawati ke tempat tujuan dengan alasan jauh dan lalu lintas macet.
Setiawati dan rekannya tidak terima dengan perlakuan AS, terlebih kala itu kondisi ibunya sedang sakit. Perdebatan pun terjadi di dalam mobil.
"Dia bentak-bentak sambil menodongkan pistol bilang, 'saya berhak, enggak bisa, turun semua. Saya yang punya mobil, terserah saya, kalian enggak tahu saya anggota'," ujar Setiawati menirukan ulang ucapan AS kala itu.
Mendapat perlakuan kasar dan ancaman seperti itu, Tia bersama ibu dan rekannya memilih turun dari mobil dan mengeluarkan gembolan barang-barang bawaan.
Menanggapi peristiwa tersebut, pihak Uber mengambil langkah untuk menonaktifkan AS.
"Kami konfirmasikan bahwa pengemudi yang bersangkutan telah dinonaktifkan dari platform Uber segera setelah kami mengetahui tentang insiden tersebut," ujar Dian Safitri, Head of Communications Uber Indonesia dalam pernyataanya kemarin. (gil)