Herry IP: Orang Terlalu Berharap Banyak pada Kevin/Marcus

Putra Permata Tegar Idaman | CNN Indonesia
Rabu, 22 Jun 2022 09:06 WIB
Herry Iman Pierngadi  berbagi pandangan tentang pasukan ganda putra Indonesia mulai dari Kevin/Marcus, Ahsan/Hendra, Fajar/Rian, hingga Pramudya/Yeremia. Kevin/Marcus kalah di babak kedua Indonesia Open. (ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pelatih ganda putra Herry Iman Pierngadi berbagi pandangan tentang pasukan ganda putra Indonesia mulai dari Kevin/Marcus, Ahsan/Hendra, Fajar/Rian, hingga Pramudya/Yeremia.

Herry IP mengakui banyak hal yang patut disoroti seiring sejumlah momen yang terjadi di dua seri turnamen di Indonesia, Indonesia Masters dan Indonesia Open.

Setelah meraih gelar juara lewat Fajar/Rian di Indonesia Masters, ganda putra gagal mengirimkan wakil ke semifinal Indonesia Open.


Bagaimana pandangan Herry IP? Berikut wawancaranya dengan CNNIndonesia.com:

1. Bagaimana anda melihat hasil Indonesia Open secara keseluruhan dengan tidak ada wakil ganda putra di semifinal?

Namanya sebuah pertandingan [ada kalah dan menang], yang pasti pemain sudah habis-habisan main sejak di Indonesia Masters.

Saya tanya Fajar/Rian di perempat final memang sudah habis tenaganya. Sekarang menurut saya juga ketat di ganda putra, tidak ada yang dominan.

Dalam kondisi itu, buat saya, Fajar/Rian sudah konsisten, sudah cukup baik. Yang muda-muda ini [Leo/Daniel dan Fikri/Bagas] masih banyak PR-nya.

Kecuali Pram/Yere [Pramudya Kusumawardana/Yeremia Rambitan]. Sebenarnya Pram/Yere kalau umpamanya tidak ada musibah cedera, ceritanya bisa beda.

Mungkin mereka bisa masuk semifinal, dan mungkin ceritanya bisa lain lagi. Kemungkinan-kemungkinan itu menurut saya terbuka lebar. Karena cedera, ceritanya jadi beda.

2. Berarti Fajar/Rian kalah dari Liu Yuchen/Ou Xuanyi karena faktor stamina?

Melihat permainan Fajar/Rian di Indonesia Masters dan Indonesia Open itu lain. Saya tanya, memang agak blank juga.

Semua bersumber dari otot tangan mereka. Mereka juga smes menyerang tidak tembus-tembus. Jadi agak sedikit bingung juga, panik.

Menurut saya, ganda China itu juga tampil baik dan cukup bagus.

3. Lalu bagaimana melihat kekalahan Leo/Daniel dari Kim Astrup/Anders Skaarup Rasmussen?

Leo/Daniel saya lihat di daya tahan otot tangan masih kurang. Di gim ketiga kelihatan, karena kalau dari segi permainan beda-beda tipis.

Terutama otot tangan Leo masih kelihatan. Shuttlecock di Istora terbilang berat jadi kelihatan di situ. Apalagi kalau Leo sebagai playmaker sudah ditarik ke belakang. Perputaran rotasi itu yang harus lebih lancar. Daniel juga kemarin sudah menurun.

Daya tahan otot tangan mereka masih belum cukup, masih perlu tambahan latihan ekstra.

4. Kalau penampilan Ahsan/Hendra lawan Liu Yuchen/Ou Xuanyi?

Seperti yang saya bilang, Liu/Ou ini main baik, karena biasanya serangan-serangan bisa tembus, gampang dimatikan. Penampilan mereka di Indonesia Open memang luar biasa, mungkin memang karena lagi bagus atau memang tampil nothing to lose karena mereka masuk sebagai ganti pemain India.

Kedua, memang Ahsan/Hendra sudah cukup berumur, jadi terbatas fisiknya. Tetapi misalnya kemarin rubber game, kemungkinan bisa jadi cerita yang berbeda.

Herry Iman Pierngadi, pelatih ganda putra.Herry IP menilai Liu Yuchen/Ou Xuanyi memang tampil bagus di Indonesia Open. (CNN Indonesia/ Putra Permata Tegar)

5. Bagaimana dengan evaluasi Kevin/Marcus?

Penampilan Marcus memang tidak prima karena memang belum siap. Misal ada yang tanya, 'Kalau belum siap kenapa diturunkan?'

Karena Marcus setelah operasi butuh pertandingan sesungguhnya untuk mengukur seberapa jauh kondisinya. Mereka masuk semifinal Indonesia Masters sudah bagus. Memang belum maksimal dan masih jauh dari level terbaik.

Selasa pagi, Marcus kembali MRI dan dalam beberapa hari ke depan akan diputuskan main atau tidak di Malaysia Open. Kami akan lihat kondisinya, apakah tetap berangkat atau dibatalkan.

Banner live streaming MotoGP 2022

6. Soal sorotan penonton terhadap gesture Kevin saat kalah di babak kedua Indonesia Open?

Mungkin Kevin saat itu bete, kondisi tidak sesuai keinginannya, karena inginnya tampil baik sebagai pemain tuan rumah. Marcus-nya masih belum siap, bisa saja seperti itu.

Seharusnya posisi menang atau kalah, harus bisa diterima. Sebagai pemain papan atas dan sebagai seorang juara seharusnya bisa disikapi dengan baik.

Saya sudah komunikasikan itu dengan Kevin secara garis besarnya. Secara detail belum, karena soal itu tentu harus bicara khusus.

Harusnya Kevin sudah tahu karena dia kan juga pemain top.

Baca lanjutan berita ini di halaman berikut >>>

Kevin/Marcus Wajar Alami Penurunan

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER