"Ada dasar hitung-hitungannya, setiap kenaikan harga BBM sekian persen akan berdampak ke tarif angkutan sekian persen. Namun, ini kan masih belum resmi diumumkan, jadi kami tak bisa memberikan dulu perkiraan hitungannya," jelasnya.
Kendati demikian, tak semua pengusaha angkutan senang dengan kenaikan tarif. Karena dengan kenaikan BBM, maka akan ada tambahan kewajiban yang dilakukan pengusaha angkutan darat, seperti tambahan upah bagi pengemudi hingga kenaikan biaya suku cadang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bisa dibilang, kalau sudah begini ya usaha angkutan darat makin ambruk lagi. Terkadang, kami pun tak serta merta turunkan tarif angkutan ketika harga BBM turun, karena komponen biaya operasional sudah terlanjur naik dan tak mau turun," tambahnya.
Dari sisi penawaran, tentu saja harga barang-barang yang dijual menjadi lebih mahal. Sementara dari sisi permintaan, peritel khawatir daya beli masyarakat menjadi turun. Kalau daya beli turun, masyarakat akan mengerem belanja demi memenuhi kebutuhan pokok yang juga semakin mahal.
"Maka dari itu, seluruh rangkaian naik turunnya harga BBM harus memperhatikan daya beli. Kenaikan harga BBM ini sangat sensitif bagi masyarakat, sedikit saja perubahannya akan berdampak ke suku bunga, biaya distribusi, dan lainnya," kata Tutum.
"Karena kalau harga BBM naik, harga barang langsung naik. Tapi kalau harga BBM turun, harga barang-barang kebutuhan malah tidak kunjung turun. Boleh saja sih harga BBM naik, asal saya punya kenaikan pendapatan yang lebih besar daripada kenaikan harga BBM-nya," terangnya.
Untuk itu, ia berharap pemerintah mau mengurungkan niatnya dalam menaikkan harga Premium dan Solar di paruh kedua 2017 mendatang. Bahkan, ia juga ingin pemerintah tidak mengutak-atik harga BBM di tahun-tahun mendatang.
"Padahal sudah enak harga BBM tidak berubah setelah sekian lama. Saya harap sih pemerintah mau mendengar keluhan warga saja," tutur Lelly.