Melindungi Owa Jawa Demi Melestarikan Kopi Lezat Indonesia

Aditya Heru Wardhana, CNN Indonesia | Minggu, 26/09/2021 11:11 WIB
Saat minum kopi, apakah Anda sekaligus membayangkan bagaimana usaha pelestarian alam di kebunnya? Hutan Petungkriyono bisa jadi salah satu contohnya. Owa Jawa berperan menjaga ekosistem hutan dengan penyebaran biji-bijian yang nantinya akan tumbuh menjadi pohon. (Pixabay/steffiheufelder)
Jakarta, CNN Indonesia --

Matahari baru beranjak dari peraduan. Nur Alia, peneliti Owa Jawa sudah sibuk mempersiapkan harinya. Ditemani oleh seorang asisten, Nur Alia berjalan kaki menembus lebatnya Hutan Petungkriyono di Pekalongan, Jawa Tengah untuk mencari lokasi yang tepat di mana bisa mendengarkan suara Owa Jawa.

Jika sudah mendapatkan lokasi, maka Nur Alia dan asistennya akan berada di lokasi hingga tengah hari untuk mengumpulkan data lapangan, yaitu merekam suara Owa Jawa serta data faktor lingkungan seperti suhu, kelembaban, kecepatan angin dan intensitas cahaya.

Mahasiswi pascasarjana Institut Pertanian Bogor ini, sejak awal tahun meneliti bioakustika, yaitu menggunakan suara untuk mengidentifikasi individu Owa Jawa. Bersenjatakan mikropon dan alat perekam, Nur Aulia merekam suara Owa Jawa lalu menganalisa dengan piranti lunak di laptop. Suara yang dianalisa seperti sidik jari yang bisa untuk membedakan variasi setiap individu Owa Jawa.


Agar mendapatkan suara Owa Jawa yang bagus, lokasinya pun harus jauh dari keramaian, tidak terganggu suara motor, sungai atau malah suara musik dangdut yang disetel kencang oleh penduduk di sekitar Hutan Petungkriyono.

"Kadang lokasi Owa itu dekat sungai sehingga datanya kurang bagus," papar Nur Alia. Selain itu, penelitian ini juga terkendala hujan. Jika hujan mengguyur hutan Petungkriyono, Owa Jawa pun enggan bernyanyi.

Owa Jawa (Hylobates moloch) merupakan primata endemik pulau Jawa. Owa Jawa juga salah satu spesies arboreal, yakni tinggal di kanopi hutan bagian atas serta tidur dan beristirahat di bagian mahkota pohon yang tertinggi diantara pohon lain di sekitarnya yang paling banyak menerima sinar matahari. Untuk itu habitat Owa Jawa memerlukan kondisi hutan yang masih baik.

Populasi Owa Jawa diperkirakan tak lebih dari tiga ribu individu yang hidup terpisah-pisah di 63 lokasi.

Kopi Owa Penyelamat HutanPengumpulan data suara Owa untuk penelitian bioakustik. Penelitian ini bisa mengidentifikasi individu Owa berdasarkan suara. (CNN Indonesia/Aditya H Wardhana)

Menurut daftar merah IUCN (the International Union for Conservation of Nature and Natural Resources) dalam lampiran I CITES (the Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora), Owa Jawa termasuk kategori terancam punah, sehingga perdagangan internasional hewan ini dilarang oleh CITES.

Berdasarkan penelitian Hadi Surono dari IPB, Owa Jawa mengonsumsi 47 jenis pakan yang mencakup 46 jenis tumbuhan dan satu jenis serangga.

Bagian pakan yang dikonsumsi owa jawa adalah buah, daun, dan bunga. Oleh karena itu, Owa Jawa berperan vital menjaga kelangsungan ekosistem hutan dikarenakan membantu penyebaran biji-bijian yang nantinya akan tumbuh menjadi pohon di hutan.

Arief Setiawan, direktur Yayasan Swara Owa memaparkan pada tahun 2010 melakukan survei di hutan Petungkriyono sekitar Desa Kayupuring, Pekalongan, Jawa Tengah. Survei menemukan 51 individu Owa Jawa dalam 20 kelompok.

Berdasarkan potensi habitat seluas 65,7 kilometer persegi, mereka memperkirakan total populasi di sana ada 497 individu, atau 7,6 owa per kilometer persegi.

Menurut pria yang akrab dipanggil Wawan itu, dari hasil survei tersebut Yayasan Swara Owa lantas memetakan ancaman-ancaman terhadap Owa Jawa. Ancaman terbesar adalah penebangan liar yang menggusur habitat Owa Jawa.

Artikel ini masih berlanjut ke halaman berikutnya...

Melindungi Owa Jawa Demi Melestarikan Kopi Lezat Indonesia

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2 3
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK