Anggota Dewan Komisioner sekaligus Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Heru Kristiyana mengatakan, OJK ingin perbankan lepas landas dari masa konsolidasi dan siap mengejar pertumbuhan kinerja sesuai dengan apa yang telah disampaikan melalui Rencana Bisnis Bank (RBB).
"Target saya, nanti di kuartal I 2018 sudah semua clean (bersih). Kalau semua sudah clean, dia nanti akan lebih cepat dan yakin mendorong untuk tumbuh," kata Heru di kantornya, Kamis (21/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso menyebutkan, perbaikan ekonomi itu akan ditopang oleh pemulihan ekonomi dari beberapa negara-negara di dunia. Selain itu, ada pula kontribusi dari harga komoditas yang diprediksi bisa lebih baik.
Lihat juga:OJK: Perdagangan Bitcoin Harus Dilaporkan |
"Ekonomi luar negeri membaik di negara-negara maju, sekalipun China juga membaik, sehingga ruang Indonesia untuk mengekspor barang-barang komoditas bisa lebih besar lagi di 2018," ucap Wimboh.
Tumbuh Merata di semua BUKU
Selain mengejar target pertumbuhan kredit, Heru bilang, OJK akan memonitor lebih ketat pertumbuhan tiap bank berdasarkan kelas BUKU (Bank Umum dengan Kegiatan Usaha). Sebab, Heru ingin pertumbuhan yang 'moncer' tak hanya dirasakan oleh satu dua kelas saja, namun lebih merata.
Sedangkan bank umum syariah BUKU III dan bank umum BUKU III masih di bawah target, masing-masing 7,86 persen dan 1,17 persen. Namun, hal ini masih lebih baik ketimbang bank umum BUKU I yang minus 36,4 persen, bank umum syariah BUKU I minus 25,61 persen, dan bank umum BUKU II minus 9,27 persen.
"Bank yang masih punya masalah dengan diri sendiri, kami minta mereka benahi (apapun kelasnya)," tutur Heru. (bir)